Photobucket

Buku Terbaru Xavier Quentin Pranata

Photobucket

Bpk. Edi, dokter Gagat, Lilo, bpk Arie Saptaji, pak Xavier, Theo, bu Inggrid Tan, bu Dwi, pak Bayu, Ida

Photobucket

Mr X

Photobucket

Denmas Marto dan mr X

Photobucket

1. Duduklah tegak di muka komputer. Usahakan cahaya ruangan cukup terang.

2. Setel radio. Carilah stasiun kesukaan Anda. Dengarkan kiriman lagu dari teman Anda. Kalau perlu, balaslah kiriman lagu dari teman Anda supaya Anda tidak dianggap sombong.

3. Jangan lupa membuat teh atau kopi hangat untuk membantu Anda berkonsentrasi. Konon teh dapat membuat pikiran menjadi rileks.

4. Berjalan-jalanlah keluar sebentar untuk mencari udara segar. Biasanya cara ini bisa mendatangkan ilham. Kalau ketemu teman sempatkan untuk mengobrol. Siapa tahu dari percakapan itu bisa muncul ide bagus.

5. Pulanglah. Duduklah tegak di muka komputer. Usahakan cahaya ruangan cukup terang.

6. Putarlah musik yang lembut untuk membangkitkan inspirasi. Dengarkan dan nikmatilah lagu-lagunya. Siapa tahu dari musik itu Anda terinspirasi untuk menulis cerpen.

7. Aturlah CD album koleksi Anda sesuai dengan urutan abjad.

8. Bercerminlah. Periksa gigi Anda apakah masih ada sisa makanan yang tersangkut. Jika masih ada, gosok gigi dahulu supaya nanti tidak mengganggu konsentrasi.

9. Duduklah nyaman di muka komputer. Usahakan cahaya ruangan cukup terang.

10. Baca dulu acara TV di koran. Ini untuk memastikan Anda tidak melewatkan acara favorit Anda. Sayang kalau Anda ketinggalan acara itu karena bisa menyesal.

11. Tonton berita di Metro Hari Ini. Siapa tahu ada ide bagus muncul setelah menonton berita itu.

12. Kirim SMS ke teman Anda. Siapa tahu Anda bisa mendapatkan ide dari teman Anda.

13. Bukalah pintu depan. Perikasa apakah ada orang mencurigakan yang mengawasi Anda dari bayangan kegelapan.

14. Tutup pintu dan duduk nyaman di muka komputer. Usahakan cahaya ruangan cukup terang. Pikirkan secara serius masa depan Anda. Bayangkan popularitas yang Anda dapatkan jika cerpen Anda dimuat.

15. Ambil koran dan majalah yang memuat cerpen karya orang lain. Bacalah itu untuk mempelajari cara mereka menulis cerpen.

16. Periksa Facebook Anda. Perbaharui status Anda supaya teman-teman anda tahu keadaan Anda. Beri respon kepada teman-teman yang mengomentari profil Anda. Beri approve pada permintaan pertemanan, gabunglah dalam cause, dan jangan pelit untuk menyapa teman Anda. Tambahkan teman baru di facebook Anda supaya Anda punya banyak relasi.

17. Cek Sabdaspace.org. Bukalah profil Anda dan klik bagian ‘track’. Periksa apakah ada orang yang memberi komentar pada tulisan Anda atau menomentari komentar Anda. Sebagai blogger yang baik Anda harus memberi respon pada mereka.

18.Akses situs purnawan kristanto. Siapa tahu ada tulisannya yang memicu ide Anda.

19. Buka jendela supaya sinar matahari pagi masuk rumah Anda. Nikmati sejenak suasana pagi.

20 . Sekarang tidurlah sambil meratap karena Anda akhirnya TIDAK JADI MENULIS CERPEN.

Tulisan saya ini terinspirasi dari tulisan Clara Anita yang berjudul "Tikus Kecil yang Mengajari Anakku Membaca".

kirana2

Ada satu kata yang pantang diucapkan kepada Kirana (2,5 tahun), anak kami, yaitu: “Tidur.” Setiap kali disuruh tidur, dia pasti akan melawan. Meski jarum jam sudah melewati angka 10 malam, namun dia masih ingin bermain-main. Maka kami pun memakai siasat supaya mau naik ke tempat tidur yaitu dengan membacakan buku kesukaannya, “Franklin.” Serial buku karya Paulette Bourgeois dan Brenda Clark ini diterbitkan oleh penerbit Kanisius, Yogyakarta. 

Edisi yang sedang digemari Kirana adalah “Franklin naik Sepeda”. Buku ini menceritakan perjuangan Franklin, si kura-kura, untuk bisa mengendarai sepeda tanpa bantuan roda penolong. Semua teman-temannya sudah bisa naik sepeda tanpa roda penolong, hanya Franklin sendiri yang belum bisa. Akibatnya dia terkucil karena malu bermain-main dengan teman-temannya. Sudah berkali-kali dia mencoba, tapi selalu jatuh sehingga Franklin hampir merasa putus asa.
Franklin menemukan keberaniannya kembali justru ketika melihat Beaver, si beruang, temannya, kesulitan bergelantungan di papan ayun di taman. Padahal soal naik sepeda, Beaver adalah jagonya. Di taman itu, Franklin juga bertemu dengan Porcupine, si landak, yang sedang belajar menggunakan sepatu roda. Dia menggunakan pelindung lutut, siku dan helm di kepala.
“Itu dia!” Tiba-tiba dia punya ide. Franklin meniru Porcupine menggunakan pelindung tubuh sehingga dia bisa mengendarai sepeda.franklin
***
Cerita buku ini cukup sederhana sehingga dapat dipahami oleh anak Balita. Buku ini juga kaya dengan ilustrasi full color sehingga menarik minat anak. Namun sayangnya, ada beberapa edisi yang agak sulit dipahami anak Indonesia karena mengambil setting di dunia barat. Sebagai contoh edisi Helowin dan Peri Gigi, kurang kontekstual dengan kondisi budaya Indonesia. Meski begitu, masih ada sisi baiknya juga. Anak-anak akan lebih banyak mengenal budaya dari negeri lain.
Manfaat dari membacakan buku ini adalah pertambahan kosa kata pada anak-anak. Selama dua bulan terakhir, kami hanya membacakan edisi “Franklin Naik Sepeda”. Itu saja tidak setiap malam dibacakan. Yang mengherankan, Kirana banyak mengingat kata-kata dalam buku tersebut. Sebagai contoh, ketika kami membacakan kalimat: “Franklin sudah bisa berhitung . . . “ Dia segera menimpali, “. . . dan mengikat tali sepatunya sendiri.” Dia memang tidak mengingat semua kalimat dalam buku tersebut, tapi dia banyak mengingat kata-kata, terutama pada bagian yang seru.
Nama-nama tokoh dalam buku ini sengaja dibiarkan dalam bahasa aslinya, bahasa Inggris, tetapi diberi keterangan sesudahnya. Dengan demikian, anak-anak diajarkan mengenal nama-nama hewan dalam bahasa Inggris. Sebagai contoh: Fox, si rubah; Bear si beruang; Moose, si rusa; Snail, si siput; Rabbit, si Kelinci; dan Hawk, si elang.
 
Tips Membacakan Buku untuk Anak
Berikut ini tips untuk membacakan buku bagi anak, berdasarkan pengalaman kami. Semoga ada manfaatnya:
1. Bacalah buku dengan antusias
Bacakan buku dengan konsentrasi penuh dan sungguh-sungguh. Bacalah dengan nada dan irama yang bervariasi. Antusiasme Anda dapat menular kepada anak. Anak dapat merasakan ketika Anda membaca dengan ogah-ogahan. Suatu hari, karena capek, istri saya membacakan dengan asal-asalan. Kirana langsung protes, “Kok membacanya kayak gitu sih.”
 
2. Singkirkan gangguan di sekeliling
Matikan televisi dan potensi gangguan lain. Ajak seluruh anggota keluarga untuk mendukung, dengan ikut mendengarkan cerita.
 
3. Bacalah dengan dinamis
Jangan segan-segan untuk memberi efek tertentu untuk menarik minat anak. Misalnya, ketika Fox, si rubah, memukul bola tinggi-tinggi, maka pembaca lalu menirukan bola yang sedang melambung tinggi dengan tangannya, sambil berbunyi: ”Wiiiii……..”
 
4. Jangan memaksa
Jika anak menolak untuk mendengarkan, jangan memaksa dia. Membaca buku harusnya menjadi peristiwa yang menyenangkan. Dengan memaksa, justru membuat dia akan trauma dan membenci buku.
 
5. Tetap membaca meski anak kelihatan cuek
Tips ini secara sepintas bertentangan dengan tips ke-4. Namun ada bedanya. Di sini, sang anak tidak menolak. Dia tetap mendengarkan tapi dilakukan sambil melakukan aktivitas lain. Sebagai contoh, Kirana mendengarkan sambil melompat-lompat di tempat tidur. Namun sesungguhnya telinganya tetap menyimak cerita tersebut. Hal ini kami ketahui karena dia dapat menceritakan kembali jalan cerita yang baru saja dibacakan.
 
6. Membacakan nama penulis dan ilustratornya
Biasakanlah anak menghormati karya pengarang dan ilustrator buku. Caranya dengan membaca judul buku dan nama pengarang/ilustrator.

 

kirana3

Indonesia tak selalu kalah jika harus bersaing dengan negara maju macam Jerman, Italia dan Prancis. Buktinya, di ranah blog WordPress, negara kita bisa mengalahkan ketiga negara Eropa tersebut. Demikian berita yang dilansir oleh situs berita www.detikinet.com. Kedigdayaan Indonesia ini dilihat dari bahasa yang tersebar di layanan blog WordPress.com. Menurut data per Desember 2008, bahasa Indonesia digunakan oleh 5 persen blog di WordPress. Sementara blog berbahasa Jerman, Perancis dan Italia masing-masing hanya digunakan tak lebih dari 2 persen.

“Ada sekitar 300 ribu blog yang mengunakan bahasa Indonesia di WordPress. Namun itu bisa saja pemilik blog tersebut tak berada di Indonesia,” ujar perintis WordPress Matt Mullenweg. Di antara negara-negara pengakses WordPress.com, Indonesia memang merupakan negara yang memiliki trafik tertinggi dibanding negara lain. WordPress.com tercatat menduduki peringkat ke-8 terbesar jumlah pengaksesnya dibandingkan situs lain di Indonesia. “Selain itu, Indonesia juga menjadi negara dengan pertumbuhan blog WordPress tercepat kedua,” tandas Mullenweg.

Fenomena ini sesuai dengan data APJI yang menunjukkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia mengalami pertumbuhan yang luarbiasa. Pada tahun 1998, hanya tercatat 512 ribu pengguna internet. Setahun berikutnya, jumlahnya melonjak hampir dua kali lipatnya. Jumlahnya terus bertambah secara mencengangkan hingga menembus angka 25 juta pengguna dalam satu dekade. Sementara itu lembaga riset digital comScore, jumlah pengguna internet di seluruh muka bumi ini hingga awal tahun 2009 sudah melampaui angka 1 miliar.
Tahun
Pelanggan
Pemakai
1998
134.000
512.000
1999
256.000
1.000.000
2000
400.000
1.900.000
2001
581.000
4.200.000
2002
667.002
4.500.000
2003
865.706
8.080.534
2004
1.087.428
11.226.143
2005
1.500.000
16.000.000
2006
1.700.000
20.000.000
2007*
2.000.000
25.000.000
Tabel : Perkembangan Jumlah Pelanggan & Pemakai Internet (kumalatif)
* perkiraan s/d akhir 2007
Inilah peluang baru untuk pekabaran Injil. Kita perlu memanfaatkan blog sebagai media untuk menyatakan kabar baik dari Allah. Inilah dunia pelayanan baru, yaitu pelayanan literatur menggunakan blog.
Saat ini sudah ada banyak buku panduan tentang cara membuat blog, dan sesungguhnya cara membuat blog itu sangat mudah. Begitu mudahnya, sehingga banyak orang yang terburu-buru membuat blog, tapi kemudian lalai untuk mengisinya. Melihat fenomena ini, saya tiba-tiba digerakkan untuk menyiapkan naskah buku tentang cara menulis untuk blog.
 
Kalau mau lihat video si ganteng Matt Mullenweg, silakan klik di sini.

 


<><><><><><><><><><>
Visit my web:
http://purnawan.web.id/
http://asyik-asyik.c-o.in/

May you meet and worship Him this Christmas…

Gak cuma sekali ini aja, tapi dah beberapa kali. Kenapa sih ya kok kita sering banget menafsirkan isi Alkitab dengan keliru…? Aku percaya dengan kekuatan Firman Allah yang hidup yang mampu untuk menembus sampai kedalaman hati manusia dan berbicara dengan berbagai cara. Nah, masalahnya kadang kitanya yang suka salah mengartikannya.

Aku bayangin, kadang kita juga sering salah kaprah kalo bicara dengan orang lain. Maksudnya orang itu apa eh, kita nangkepnya berbeda. Atau kitanya yang kreatif. Maksudnya ‘A’ tapi kita buatnya jadi ‘A+1′ atau ‘A-1′… Nah, kekeliruan itu bisa memunculkan dampak yang gak enak. Nanti salah pahamlah, merasa tersinggung lah…atau kalo itu berupa perintah malah nanti bisa bener2 fatal akibatnya.

Nah, gimana dengan Firman Tuhan sendiri? Jelas Allah pingin kita ngerti tiap tulisan yang Dia ilhamkan itu dan kita semua tau kalo tiap tulisan itu memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Tetapi kalo sampe kita salah mengartikannya, bagaimana dong? Apalagi kalo itu jadi bahan renungan buat orang banyak. Waduh…jangan-jangan kita sudah ‘menyesatkan’ mereka! Apa kadang juga karena dikejar setoran tulisan yah, sehingga apa yang ada aja yang dimasukkan? Aku harap bukan itu alasannya..

Aku pribadi punya beberapa cara untuk tidak ikut ‘tersesat’ seperti itu. Pertama, kalo aku bersaat teduh, artikel yang biasanya ada dalam tulisan hari itu tidak menjadi prioritas untuk aku baca. Kenapa begitu? Karena biasanya yang membingungkan itu adalah bagian artikel yang bikinan penulisnya. Padahal yang penting kan adalah bagian Alkitab yang harus dibaca hari itunya. Cuma kebanyakan orang menyangka dengan membaca artikel berarti sudah dapat menangkap maksud dari bagian Alkitabnya. Makanya ayat Alkitab cukup dilirik aja dan selanjutnya meluncur ke isi artikel (ditambah kalo waktunya dah muepetttt banget). Waktu duluuuuuu aku juga sempat mempraktekkannya, apalagi biasanya artikelnya tuh menarik karena berisi cerita2 yang inspirasional. Tapi aku sadar bukan itu yang seharusnya aku ingat dan renungkan melainkan Firman Tuhannya. Lagipula, artikel itukan hasil olahan dari orang lain terhadap ayat atau perikip yang udah dia baca. Aku mau menikmati olahanku sendiri. Masak sih aku makan hasil kunyahan orang lain? Euw…..!

Kedua, aku suka menggali dan merenungkan isi Alkitab itu secara pribadi. Aku suka menyelidiki apa latar belakang dari tulisan itu, konteksnya, alasannya dan fakta2 lain yang ada (tersirat atau tersurat) dalam tulisan itu. Bahan penolong bisa pake buku penuntun yang dah banyak tersedia di toko2 buku. Kalo aku sih memanfaatkan jasa perpus dong… Dari buku2 otu aku semakin bisa belajar apa makna dari sebuah ayat atau perikop.

Memang benar…..bahwa tiap kali kita membaca sebuah ayat pasti kita akan mendapatkan satu hal baru. Mau sampe ribuan kali kita dapet satu ayat, pasti ada bagian lain dari ayat itu yang terasa baru bagi kita (banyak orang yang awalnya cuma ngomong doang tentang hal ini juga sudah mengalaminya sendiri). Itu bisa didapet dari waktu kita denger kotbah, baca buku atau dari sumber lain. Bersyukur untuk tiap sarana mendapatkan Firman Tuhan itu. Tapi aku yakin bahwa Allah juga ingin dikenal secara pribadi melalui pembacaan kita secara pribadi juga atas Firman-Nya. Bayangkan indahnya saat2 membaca Alkitab dengan pemahaman yang benar atas isi yang ada di dalamnya. Jelas sebelumnya kita mohon pimpinan Roh Kudus untuk menerangi pikiran kita sehingga mengerti apa yang Allah maksud. Kalo hal ini dilakukan dengan tergesa2 dijamin susah. Yang udah mantengin Alkitab berhari2 aja kadang tetep gak ngerti arti dari sebuah perumpamaan, misalnya. Untuk itulah kita perlu kesengajaan untuk dapat mempelajari isi dari Alkitab. Waktu, alat2 penuntun dan bisa jadi rekan, mutlak diperlukan untuk mewujudkan hal ini.

Cuma sekarang, kitanya sering kehabisan waktu untuk duduk diam dalam membaca Alkitab. Aku juga mengalaminya kok. Itu memang harus diperjuangkan. Makanya perlu dorongan dan dukungan dari temen2 yang juga punya keinginan yang sama untuk mempelajari Alkitab. Supaya nantinya kita gak salah2 kalo mengartikan..Aku pikir ini bisa dilakukan oleh siapa aja yang emang rindu untuk dapat mengerti dengan benar isi Alkitab itu. Gak mesti mereka yang lulusan theologia aja tapi semua orang yang mau pasti bisa melakukannya.

Phew, kadang suka gemes aja kalo baca artikel yang (kadang) rasanya kurang nyambung dengan bagian Alkitabnya. Itu membuatku semakin menghargai kekayaan hikmat Allah yang telah mengilhami penulis2 kitab dahulu. Walo berbeda waktu dan tempat tapi semua cerita dalam Alkitab, dari Kejadian ampe Wahyu, membentuk satu jalinan kisah yang besar dan luar biasa. Rasa gemes itu juga yang mendorongku untuk mau sengaja memakai waktu membaca dan mempelajari isi Alkitab. Selain bisa menjadi berkat buatku bisa juga menjadi berkat buat orang lain.

Seperti kata pembatas Alkitab yang terselip dalam Alkitabku:

Banyak buku sudah selesai kamu baca.

Buku yang Ku tulis sudah belum?

-Tuhan

Belajar Alkitab Yuuukkkk...

Belajar Alkitab Yuuukkkk...

Haha.. agaknya ini tulisan terakhirku yang sengaja aku mau ikutkan ke lomba penulisannya Glow. Itu juga kalo masih bisa karena ini dah tanggal 10. Penutupan tanggal 10. Itu artinya yang ngepost di tanggal itu masih bisa atau enggak?

Ah, gak masalah. Yang penting akhirnya selesai juga yang namanya lomba penulisannya Glow (untuk tahap ini. Mungkin gak ya diadain lagi?). Ada beberapa tulisanku disini yang harus aku “selamatkan”. Heheheheh, maksudnya mau aku salin ke blog ku sendiri. Contohnya tulisan yang ini. Dah lama banget aku cari-cari. Kirain terbawa di hard disk temen ternyata enggak..Lucu pas baca lagi. Tau gak? Waktu itu aku nulis sambil berandai-andai tulisanku nantinya dibaca sama orang lain entah di mading, majalah atau koran. Hahaha…jadi malu kalo inget waktu itu. Gak kayak biasanya, aku pake kata ganti saya. Haha, sok terkesan mau resmi-resmi gitu deh waktu itu. Waktu itu aku abis baca satu buku dan gak tahan mau membagikannya. Ngetiknya juga langsung di komputernya temen. Gak lama ngetiknya, tapi puas banget waktu dah jadi. Ku simpan dan kalo gak salah sempet juga jadi artikel di majalah PMK di kampus (iya gak sih? Heheheee….lupa). Sekarang dikeluarin lagi ahh… biar ngeramein tulisan yang ada di Glow!

Membaca. Saya suka dan sangat suka membaca. Walau saya lebih suka buku dengan topik-topik tertentu tapi secara umum hampir semua jenis buku pasti saya baca. Bahkan sedari saya kecil, menurut cerita dari Bunda loh…, saya sudah membaca bacaan yang sebenarnya belum dapat di baca oleh anak seumuran saya saat itu. Eiiits, jangan berfikir negatif dulu. Bacaan saya saat itu adalah Intisari. Jaman dulu saat anak-anak pada baca majalah Bobo kok bisa-bisanya saya malah baca Intisari. Saya memang suka majalah anak-anak, tapi kalo ada yang lain, dan yang penting bisa di baca, kenapa enggak?

Hobi membaca itu terus saya bawa sampai saya kuliah. Yah…kurang lebih hobi tersebut membantu saya dalam perkuliahan walau saya akui saya kurang dapat memanfaatkannya dengan maksimal. Sebagai mahasiswa FISIPOL seharusnya buku-buku yang saya baca adalah yang seputaran masalah sosial dan politik. Intinya yang mendukung kuliah saya deh… tapi seperti alasan yang saya sebut diatas: Kalo ada yang lain, dan yang penting bisa dibaca, kenapa enggak? Selama itu tidak merugikan pasti saya akan baca. Lagipula darimana saya tahu itu akan merugikan atau tidak jika saya tidak membacanya terlebih dahulu. Iya kan?

Demikian…hingga baru-baru ini saya membaca buku berjudul 7 Kinds of Smart : Menemukan dan Meningkatkan Kecerdasan Anda Berdasarkan Teori Multiple Intelligence. Saya tidak ingin membahas keseluruhan isi buku itu dalam tulisan saya. Itu sih namanya saya membuat resensi dan bukan itu maksud saya menulis. Saya tertarik pada salah satu bab bahasannya yaitu Word Smart : Mengungkapkan kecerdasan verbal. Saya tidak menganggap diri saya smart dalam bidang verbal (tapi saya berterima kasih jika dianggap demikian) sehingga saya lebih menyenangi bab ini selain ada 3 bab lain yang juga sangat menarik perhatian saya. Alasan saya memilihnya adalah karena didalamnya ada semacam kegiatan yang membuat saya kembali memikirkan hobi membaca yang sudah saya tekuni selama bertahun-tahun dan buku-buku apa saja yang telah saya baca. Mungkin pembaca juga ingin tahu bagaimana caranya? Mari saya beritahu…pertama ambil kertas dan bagi menjadi empat kolom vertikal. Pada kolom pertama daftarkan buku-buku penting semasa kita kanak-kanak (termasuk buku yang dibacakan orang lain dan buku yang kita baca sendiri). Pada kolom kedua tulislah empat atau lima buku yang paling berpengaruh dalam kehidupan kita–buku yang membuat kita melihat dunia dengan cara berbeda dan/atau buku yang membantu kita mengambil keputusan penting yang mengubah hidup kita. Pada kolom ketiga daftarlah buku yang, apabila kita akan meninggal dunia besok pagi, akan membuat kita menyesal karena belum membacanya. Pada kolom terakhir daftarlah semua buku yang pernah kita baca selama dua belas bulan terakhir.

Untuk kolom pertama pada kerta saya terdapat beberapa bacaan yang memang sangat saya senangi sewaktu saya kecil (dan itu artinya penting buat saya) seperti majalah Donal Bebek (top of the list!), Bobo (terutama artikel dan cerpennya), Kisah Dongeng Dunia (feels like in fairy land…favorit saya kisah Cinderella!), Seri Tokoh Dunia (saya sempat membeli enam buku sekaligus), dan banyak lagi termasuk Intisari. Saya tidak terbiasa dibacakan buku oleh orang lain tapi sebaliknya mereka meminta saya untuk membacakannya. Pada kolom kedua pikiran saya langsung tertuju pada satu buku yang telah lama saya kenal dan sangat berpengaruh bahkan telah mengubah hidup saya. Buku itu adalah Alkitab. Saya tidak tahu apakah Alkitab juga dapat digolongkan ke dalam kategori buku. Yang penting yang dilakukannya telah memenuhi syarat pengisian kolom kedua. Bersama Alkitab terdapat buku-buku lain seperti buku kepemimpinan dan buku psikologi/pengembangan kepribadian baik sekuler maupun rohani. (Saya mencatat lebih dari lima judul untuk kedua jenis buku diatas) Dan buku-buku itulah yang pernah, telah dan sedang saya baca selama dua belas bulan terakhir. Jadi, saya tinggal copy paste saja ke kolom empat. Ada juga beberapa judul novel (novel=buku?), buku kumpulan puisi dan/atau cerpen, buku-buku rohani berbagai tema dan masih banyak lagi. Oh iya…gak ketinggalan buku-buku yang berkaitan dengan kuliah saya tentunya (maaf Bapak dan Ibu dosen…). Buku-buku tersebut tidak semuanya cetakan dalam negeri alias ada beberapa buku impor yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar.

Untuk kolom ketiga…ini dia yang paling kena buat saya. Pertama, saya jadi teringat buku-buku yang ingin sekali saya beli dan baca tapi ga pernah kesampaian. Alasannya banyak juga seperti harganya yang mahal tapi saat ada uangpun malah beralih ke buku lain. Wah..pokoknya gak enak deh. Timbul perasaan sedikit bersalah pada diri saya. Bayangpun jika seandainya saya besok sudah tidak ada lagi….masak sih saya ga pernah baca buku trilogi The Lord Of The Rings…?!! Saya bahkan tidak mau membayangkannya. Kedua, saya teringat akan buku yang sudah lama saya miliki tapi sampai detik ini saya belum tamat membacanya. Biarpun saya juga punya beberapa panduan yang dapat membantu tapi tetap saja tahun berganti tahun dan saya belum berhasil. Padahal buku itu adalah buku yang telah lama saya kenal dan sangat berpengaruh bahkan telah mengubah hidup saya. Buku itu adalah Alkitab. Hiks..hiks… menyadari kenyataan ini bukan hanya rasa bersalah saja yang timbul tapi juga rasa malu. Saya bahkan tidak perlu mengeluarkan uang untuk mendapatkannya (jika dilihat dari harganya) dan keberadaannya (seharusnya) tidak dapat digantikan oleh buku-buku lain (ini yang sulit…) Bayangpun jika seandainya saya besok sudah tidak ada lagi….masak sih saya ga pernah baca Alkitab sampai tamat…?!! Mau tidak mau saya harus berani membayangkannya

Setelah saya melakukan kegiatan tadi saya jadi tersadar kalo memang hobi membaca saya belum tergali secara optimal. Itu dapat saya lihat dari buku-buku yang pernah, telah dan sedang saya baca. Seharusnya saya bisa lebih banyak lagi membaca berbagai jenis buku. Namun saya juga jadi tersindir. Kenapa saya selalu terus ingin membuka lembar awal dari setiap buku lain sementara ada satu buku penting yang belum saya tutup lembar terakhirnya. Kembali ke judul dari tulisan ini : Buku Dalam Hidup Anda, saya berubah pikiran dan menggantinya dengan Buku Dalam Hidup Saya sambil membuat ketetapan dalam hati untuk membaca sampai tamat satu buku penting tadi.

Jogja, 12 Maret 2004, 12.06 WIB

Ditengah hamparan buku-buku saya.

Pernah gak seh kalian nemuin lagu yang pas banget sama apa yang kalian pikirkan atau rasakan saat kalian ngedengernya? Well, banyak temenku yang bilang kalo aku orangnya songly banget. Entah istilah itu bener apa enggak dalam kaidah bahasa Inggris. Apa sih maksudnya songly? Aku juga gak tau persis tapi menururt temen-temenku itu tadi, aku orangnya cepet banget bisa nemuin lagu yang menggambarkan apa yang sedang terjadi. Yang terjadi itu bisa aja apa yang sedang kami omongin, denger, baca, atau lihat bersama. Apa-apa pasti dikaitkan dengan sepenggal lagu. Awalnya aku aja yang suka nyeletuk: “Eh, kok kayak yang lagu ini ya…?” Lama-lama mereka sendiri yang request: “Kalo ini lagunya apa, Da?”

Dah gak keitung lagi berapa banyak lagu yang jadi korban selama ini. Lagu2 itu gak mesti yang masuk daftar 40 atau 10 teratas. Kadang lagu yang jadul ikut muncul juga. Ada juga lagu2 yang gak dikenal banyak orang. Biasanya lagu2 itu ada dalam album tapi gak dibuatin video klip ato gak banyak diputer di radio jadi jarang yang tau dan denger. Padahal syair dan musiknya bagus-bagus.

Kemarin aku baru nemuin lagi satu lagu dari Christian Bautista yang judulnya The One Who Won My Heart. Hee..hee.. akunya yang baru tahu atau emang gak masuk ke Indonesia yak? Soale aku kok gak pernah liat vidoe klip ato denger lagunya… Pertama sih sebenernya mau cari lagu Till The End Of Time yang kata temenku dinyanyiin sama si Chris. Kami penasaran, siapa yang pertama kali nyanyiin lagu itu. Nineball dengan Hingga Akhir Waktunya ato si Chris. Cari punya cari..ternyata menurut keterangan yang aku dapet yang duluan nyanyi itu Nineball. Hehehe.. aku belom ngomong tuh sama temenku. Kayaknya aku dah tau deh gimana reaksinya nanti…

Nah, pas cari-cari gitu aku lihat klip lagu ini.. klik dan aku tonton deh…

Beberapa minggu lalu salah seorang temenku ada yang mau ikut sekolah penulisan. Dengan semangat aku mengantarnya untuk mendaftar. Kelas memang sudah berjalan dan sudah ada satu pertemuan tapi ternyata dia masih diperbolehkan untuk ikut.

Tapi kemudian, tak disangka tak diduga, suatu hari dia datang kembali dan minta waktu untuk ngobrol. Dalam ceritanya dia bingung tentang banyak hal. Intinya, dia harus fokus terhadap satu hal tapi banyak yang mencoba untuk menghalanginya. Semakin dia ingin fokus, semakin banyak godaan yang membuat dia berlari sana-sini. dan aku bisa melihat bahwa dengan mengikuti sekolah penulisan adalah salah satunya.

Sebagai teman aku dengan tegas menyarankan dia untuk gak ikut sekolah pada periode ini. Lebih baik fokus pada apa yang sedang dia hadapi sekarang. Toh, periode yang akan datang akan ada lagi kok. Dia bilang kemungkinan tahun depan dia udah gak di Yogya lagi. Kami sempat sedikit berdebat mengenai hal itu, juga tentang kegiatan lain yang ingin dia ikuti. Kenapa begitu susah meyakinkannya bahwa satu-satunya cara bagi dia sekarang adalah meninggalkan semua hal baik yang mungkin dia bisa lakukan sekarang untuk melakukan hal terbaik untuk saat ini. Itu sudah!

Aku sadar kalo aku dah berkata dengan keras padanya hari itu. Abisnya…dia juga tau kok kalo dia mempersulit dirinya sendiri. Saat itu aku baru sadar bahwa selama ini aku kurang mendoakan dia pada bagian ini. Sejak itu aku minta sama Tuhan biar Dia aja yang ubah hati temen ini supaya lembut dan bisa ngertiin bahwa apa yang sedang sama2 kita upayakan adalah untuk kebaikan dia, bukan untuk membuat dia jatuh. Aku sampe kaget sendiri dengan kata2 yang ku ucapkan padanya karena gak nyangka kalo aku bakal bisa ngomong kayak gitu. Hanya satu pintaku adalah supaya Tuhan membuat dia mengerti.

Beberapa hari lalu, Tuhan menjawab doaku. Temen ini membuat satu keputusan yang aku yakin pasti berat banget untuk dia ambil. Aku kaget mendengarnya karena sejak ketemuan hari itu dia gak pernah nyinggung lagi soal kebingungannya. Semua yang mendengar saat itu mengerti akan keputusan yang dia buat dan kami mendukungnya. Gak mudah juga buat kami semua..

Aku pribadi melihat karya Tuhan dalam peristiwa ini. Tuhan bekerja untuk menyentuh hati seseorang. Dia mau pakai orang2 sekitar untuk jadi reminder. Ajaib bagaimana Tuhan boleh memakai pengalaman yang pernah terjadi padaku untuk bisa memberkati orang lain. How do i know before? Tapi puji Tuhan yang telah menjadikan segalanya bagi kemuliaan-Nya.

Dan kemarin dari sekolah penulisan, aku dapat kabar kalo dia beneran gak jadi ikut…

28 Okt 08, 11:17 pm

Halaman Berikutnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.